Skip to content
[ root@retasan:~# Tuesday, Jul 14, 2026 ]

> Retasan.id_

// Portal Berita Keamanan Siber Terkini

  • Kebijakan & Privasi
  • Kontak Retasan.id
  • Tentang Retasan.
Malware Exploit Development Kebijakan Keamanan Cyberwarfare Tools Data Breach Iklan
Malware

Ransomware Tidak Pernah Berhenti: Lebih dari 9.000 Serangan Terkonfirmasi sejak 2018

// by retasan-news July 14, 2026 2 min read

Ransomware Statistics

Data terbaru yang dibahas secara luas di komunitas Habr mengungkap bahwa lebih dari 9.000 serangan ransomware telah terkonfirmasi secara independen sejak tahun 2018, dengan tren yang terus meningkat. Qilin memimpin sebagai grup ransomware paling aktif di tahun 2026, sementara Amerika Serikat tetap menjadi target utama.

Apa yang Terjadi?

Statistik yang dipublikasikan oleh Ransomnews ini memberikan gambaran menyeluruh tentang skala ancaman ransomware global:

  • Ransomware tetap di atas 1.400 serangan per tahun sejak 2023
  • Qilin memimpin jumlah korban di 2026
  • Amerika Serikat tetap menjadi target nomor satu
  • Grup ransomware terus berevolusi dengan teknik baru

Detil Teknis

  • Total serangan terkonfirmasi (2018-2026): 9.291
  • Tren tahunan: Terus meningkat sejak 2023
  • Grup paling aktif 2026: Qilin
  • Target utama: Amerika Serikat, Eropa, Asia
  • Rata-rata tebusan: Meningkat signifikan dari tahun ke tahun

Dampak terhadap Indonesia

Indonesia menempati posisi sebagai salah satu negara dengan jumlah serangan ransomware tertinggi di Asia Tenggara. Data dari 9.000+ serangan ini menunjukkan bahwa ransomware bukan ancaman teoritis — ini adalah realitas yang terus terjadi setiap hari. Organisasi Indonesia harus memiliki rencana pemulihan bencana yang solid.

Analisa Retasan

Analisa: Angka 9.000+ serangan hanyalah puncak gunung es — banyak serangan yang tidak dilaporkan. Fakta bahwa ransomware terus meningkat meski ada upaya penegakan hukum menunjukkan bahwa model bisnis RaaS (Ransomware-as-a-Service) terlalu menguntungkan untuk dihentikan. Indonesia perlu menerapkan pendekatan “assumed breach” — asumsikan bahwa serangan akan terjadi dan bangun pertahanan berdasarkan asumsi tersebut.

Sumber: Habr.com

Tags: Habr Qilin Statistik
Share:

retasan-news

← Previous Dampak AI terhadap Lanskap Ancaman Siber Global: Analisa Komprehensif 2026
Next → Perang Siber dan Geopolitik: Konflik Rusia-Ukraina Membuka Front Digital Kedua

Artikel Terkait

JADEPUFFER: Serangan Ransomware AI-Driven yang Memanfaatkan AI Agent untuk Otomatisasi Full Kill Chain

JADEPUFFER: Serangan Ransomware AI-Driven yang Memanfaatkan AI Agent untuk Otomatisasi Full Kill Chain

July 14, 2026
Lurking Lizard: Aplikasi VPN dan 7-Zip Palsu Jadikan Korban sebagai Residential Proxy Node

Lurking Lizard: Aplikasi VPN dan 7-Zip Palsu Jadikan Korban sebagai Residential Proxy Node

July 14, 2026
HalluSquatting: Serangan Baru Memanfaatkan Halusinasi AI Coding Assistant untuk Install Botnet Malware

HalluSquatting: Serangan Baru Memanfaatkan Halusinasi AI Coding Assistant untuk Install Botnet Malware

July 14, 2026

> leave_comment_

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Retasan | retasan.my.id

  • Kebijakan & Privasi
  • Kontak Retasan.id
  • Tentang Retasan.