Sebuah celah keamanan kritikal berlabel CVE-2026-24061 dengan skor CVSS 9.8 telah ditemukan pada paket GNU InetUtils telnetd versi 1.9.3 hingga 2.7. Kerentanan berumur panjang ini memungkinkan penyerang tak terautentikasi untuk melakukan bypass login dan mendapatkan akses root shell secara penuh dari jarak jauh.
🔍 Cara Kerja Kerentanan
Celah ini berakar dari cara telnetd menangani variabel lingkungan (environment variable) USER selama proses handshake protokol Telnet (RFC 1572).
- Ketika klien mengirimkan variabel lingkungan dengan nilai khusus seperti
-ratau-f(misalnyaUSER=-r), daemontelnetdmeneruskannya secara langsung ke program/bin/loginsebagai argumen baris perintah tanpa melalui proses sanitasi (sanitization) atau validasi yang memadai. - Hal ini memicu argument injection yang memungkinkan penyerang melewati proses pemeriksaan kredensial dan langsung masuk sebagai pengguna
root.
⚠️ Dampak dan Eksploitasi di Alam Liar
- Tingkat Keparahan: Sangat tinggi (skor CVSS 9.8) dengan eksploitabilitas yang luas.
- Data intelijen ancaman dari GreyNoise mencatat adanya aktivitas pemindaian aktif dan upaya eksploitasi di berbagai negara (termasuk AS, Jerman, Jepang, dan Singapura) yang menargetkan server dengan layanan Telnet terbuka.
🛡️ Mitigasi dan Penanggulangan
Bagi administrator sistem yang menggunakan perangkat lunak rentan ini, langkah-langkah mitigasi yang disarankan meliputi:
- Pembaruan Sistem (Patch): Segera tingkatkan (upgrade) paket GNU InetUtils ke versi 2.7-2 atau yang lebih baru di mana celah keamanan ini telah ditambal.
- Penutupan Layanan: Jika pembaruan belum memungkinkan, nonaktifkan layanan Telnet yang tidak mutlak diperlukan.
- Migrasi ke SSH: Beralih sepenuhnya menggunakan SSH untuk koneksi jarak jauh yang aman dan terenkripsi.
- Pembatasan Jaringan: Blokir port 23 di firewall atau gunakan pembatasan akses berbasis jaringan (segmentasi).
🔗 Referensi Video: CVE-2026-24061 PoC: Unauthenticated Remote Root Shell Walkthrough
