Skip to content
[ root@retasan:~# Wednesday, Aug 26, 2026 ]

> Retasan.id_

// Portal Berita Keamanan Siber Terkini

  • Kebijakan & Privasi
  • Kontak Retasan.id
  • Tentang Retasan.
Exploit Development Malware Kebijakan Keamanan Cyberwarfare Tools Data Breach Video Catatan Pribadi Iklan Tutorial
Malware

GigaWiper: Backdoor Pemusnahan yang Menggabungkan Tiga Keluarga Malware dalam Satu Implant

// by retasan-news July 14, 2026 2 min read

GigaWiper

Microsoft mengungkap GigaWiper, backdoor modular berbahasa Go yang menggabungkan tiga keluarga malware berbeda menjadi satu implant dengan kemampuan spionase, kontrol jarak jauh, dan penghancuran total. Ditemukan pertama kali pada Oktober 2025, GigaWiper merepresentasikan evolusi berbahaya dari malware pemusnahan (wiper) tradisional.

Apa yang Terjadi?

Tim inteligensi ancaman Microsoft menemukan aktivitas penghancuran di dalam lingkungan yang dikompromikan dan menelusurinya ke malware yang belum dikenal sebelumnya. GigaWiper ditulis dalam bahasa pemrograman Go dan menggabungkan backdoor command-and-control dengan kemampuan penghancuran bawaan.

Apa yang membuat GigaWiper berbeda dari wiper biasa:

  • Dapat beralih secara diam-diam antara spionase dan penghancuran total
  • Mempertahankan persistensi di sistem target
  • Menggunakan RabbitMQ untuk menerima perintah dan Redis untuk melaporkan hasil
  • Perintah penghancuran meliputi: wipe disk fisik, trigger BSOD permanen, enkripsi tanpa kunci, dan multi-pass wipe

Detil Teknis

  • Bahasa pemrograman: Go (Golang)
  • Infrastruktur C2: RabbitMQ (port 5544) + Redis (port 7542)
  • Persistensi: Scheduled task “OneDrive Update” yang berjalan setiap menit
  • Kelurga malware yang digabungkan: Crucio (ransomware palsu), FlockWiper (multi-pass wipe), standalone disk wiper
  • Command set: 20 perintah dari espionase hingga pemusnahan total
  • C2 address: 185.182.193[.]21

Dampak terhadap Indonesia

Malware seperti GigaWiper mengancam infrastruktur kritis Indonesia karena kemampuannya yang serba guna. Satu implant bisa berubah dari alat spionase menjadi senjata penghancur dalam hitungan detik. Organisasi infrastruktur kritis di Indonesia harus memastikan sistem deteksi ancaman mereka mampu mengenali pola komunikasi C2 yang menggunakan RabbitMQ dan Redis.

Analisa Retasan

Analisa: GigaWiper menandai pergeseran paradigma dalam dunia malware — wiper tidak lagi sekadar alat penghancur, tetapi bisa berubah fungsi sesuai kebutuhan operator. Arsitektur modularnya mengingatkan pada framework militer: satu platform, banyak misi. Perintah 3 yang meniru ransomware palsu sangat berbahaya karena korban tidak akan pernah bisa memulihkan file mereka. Ini bukan ransomware untuk uang, ini adalah senjata pemusnahan yang menyamar.

Sumber: SecurityAffairs

Tags: GigaWiper Go SecurityAffairs Wiper
Share:

retasan-news

← Previous Memanfaatkan LLM Harness: Orkestrasi AI untuk Riset Keamanan Offensif yang Efektif dan Terukur
Next → 222 Repository GitHub Terkait Operasi Malware Package Go Palsu

Artikel Terkait

Kimwolf v7: Botnet Android TV yang Menyembunyikan Lalu Lintas DDoS di Balik Fingerprint Chrome dan Ethereum ENS

Kimwolf v7: Botnet Android TV yang Menyembunyikan Lalu Lintas DDoS di Balik Fingerprint Chrome dan Ethereum ENS

August 12, 2026
Microsoft Identifikasi Malware EtherHiding: Perintah Serangan Disembunyikan di Smart Contract BNB Chain

Microsoft Identifikasi Malware EtherHiding: Perintah Serangan Disembunyikan di Smart Contract BNB Chain

August 9, 2026
Tego AI Ungkap Celah Claude: Tautan Tersembunyi Diam-diam Mengirimkan File ke Penyerang

Tego AI Ungkap Celah Claude: Tautan Tersembunyi Diam-diam Mengirimkan File ke Penyerang

July 25, 2026

> leave_comment_

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Retasan | retasan.my.id

  • Kebijakan & Privasi
  • Kontak Retasan.id
  • Tentang Retasan.